Foto: Kondisi kapal nelayan. (Dok istimewa)
Jembrana - Perahu nelayan hancur akibat hantaman ombak besar. Kejadian ini terjadi di perairan Yeh Kuning pada Sabtu (9/8/2025).
Pemilik kapal yakni I Wayan Sugiarta (45), seorang nelayan yang tengah mencari ikan.
Berdasarkan video amatir yang beredar, ombak besar terlihat menggulung perahu yang ditumpangi Wayan Sugiarta. Perahu yang terbuat dari fiber dengan panjang sekitar 9 meter itu pecah menjadi dua.
Wayan berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan nelayan lain yang sigap membantunya.
Selain perahu, hasil tangkapan ikan dan jaring milik Wayan juga rusak dan hilang terbawa arus. Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat musibah ini.
"Pinggir kena ombak besar langsung tenggelam," ujarnya saat dikonfirmasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Gelombang besar yang datang secara tiba-tiba menyebabkan perahu terbalik dan terbelah.
“Korban yang saat itu seorang diri di atas perahu, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang sejauh 12 meter ke daratan,” ucapnya.
Tim TRC BPBD yang tiba di lokasi mendapati Wayan dalam keadaan selamat. Beberapa bagian perahu yang hancur juga telah dievakuasi.
“Tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian ini. Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 30 juta,” jelasnya.
Meskipun demikian, Pihaknya mengimbau masyarakat dan nelayan untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem serta gelombang tinggi.
“Peringatan ini terutama ditekankan saat nelayan memarkirkan perahu di tengah laut,” pungkasnya.
Tulis Komentar