Foto: Simulasi kecelakaan laut oleh personel kepolisian Polres Manggarai Barat bersama Tim SAR gabungan di Labuan Bajo. (Humas Polres Manggarai)
Labuan Bajo - Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan simulasi penanganan kecelakaan laut bersama Tim Search And Rescue (SAR) gabungan di Labuan Bajo, Senin, 4 Agustus 2025. Pelatihan gabungan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kerja sama antar potensi SAR.
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Manggarai Barat AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, menuturkan simulasi tersebut dilaksanakan menyusul maraknya kecelakaan laut di perairan Labuan Bajo. Tercatat, sejak Januari-Juli 2025, terdapat lima kejadian kecelakaan laut.
"Sehingga penanganan kecelakaan laut lebih efektif dan efisien," tutur Dimas, Senin, 4 Agustus 2025.
Tercatat, kata dia, kecelakaan laut itu mengakibatkan 27 orang menjadi korban. Rinciannya, sebanyak 23 mengalami cedera, luka-luka tiga orang, dan satu orang meninggal.
Faktornya cukup beragam. "Kecelakaan laut akibat cuaca, kelalaian manusia, dan faktor lainnya," ujar Dimas.
Harapannya, simulasi itu berdampak positif bagi perkembangan wisata bahari di Labuan Bajo. Terlebih, Labuan Bajo adalah destinasi wisata super prioritas yang ramai dikunjungi.
Simulasi Raham Sampel
Ia menyebut simulasi itu dilakukan dengan metode demonstrasi beberapa kejadian kecelakaan laut, salah satunya adalah orang terjatuh ke laut.
"Simulasi ini diskenariokan wisatawan yang terjatuh dari kapal pinisi saat berwisata di perairan Labuan Bajo dan begitu menerima informasi itu, Tim SAR langsung mengerahkan armada laut menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi hingga akhirnya berhasil menyelamatkan korban," ungkap Dimas.
Untuk kecelakaan di sekitar pelabuhan, praktik penyelamatan menggunakan life buoy atau pelampung penolong yang ada di dermaga atau ponton. Sementara itu, penyelamatan di tengah laut melibatkan Tim SAR gabungan dan tenaga kesehatan pelabuhan yang bersiap di kapal maupun speedboat.
Selain kemampuan penyelamatan kecelakaan, personel gabungan juga dibekali pemahaman dan keterampilan dasar evakuasi medis. Sebab, kata Dimas, penanganan pertama yang benar memberi peluang lebih besar para korban untuk diselamatkan.
"Ini adalah salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh Tim SAR dari semua ilmu rescue, yakni pertolongan pertama (medical first responder), sebelum korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," tandas dia.
Tulis Komentar