maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Rizki, Putra Mandailing Natal Lulus Jadi Duta Maritim Indonesia 2025, Siap Jadi Agen Perubahan Bagi DaerahBagi Rizki, pemuda seperti dirinya harus berwawasan luas, termasuk mendalami isu maritim. Hal itu, bagi dia, mesti dilakukan agar pemuda dapat mengambil peran menjembatani kebijakan daerah pesisir dan kepentingan nasional.

$rows[judul] Foto: Ahmad Rizki Sulaiman Nasution, pemuda asal Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. (Istimewa)

Jakarta - Ahmad Rizki Sulaiman Nasution, pemuda asal Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, berhasil mencetak prestasi nasional dengan lulus sebagai salah satu dari 40 Duta Maritim Indonesia 2025. Selanjutnya, ia akan mengikuti proses pendalaman pemahaman wawasan isu maritim dalam Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI) 2025 di Jakarta, pada 11-18 Agustus 2025.

Forum pembinaan pemuda-pemudi itu merupakan program unggulan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) dalam membina generasi muda Indonesia.

Menurut Rizki, SDMI bukan sekadar ajang pelatihan, melainkan ruang kaderisasi untuk mencetak generasi muda maritim yang tangguh, progresif, dan berwawasan kebangsaan. Bagi dia, peserta yang lulus tak sekadar mewakili daerah, tetapi juga membawa visi besar untuk masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Proses seleksi dilakukan secara ketat, melibatkan ratusan pendaftar dari berbagai latar belakang di seluruh penjuru Nusantara. Panitia pelaksana melakukan penyaringan melalui berbagai mekanisme, mulai tahapan esai, wawancara, dan penilaian integritas serta komitmen terhadap isu-isu kelautan dan pesisir.

“Bagi saya, ini bukan semata-mata soal prestasi pribadi. Ini tentang bagaimana kami, generasi muda, bisa menjadi bagian dari solusi bagi masa depan laut Indonesia. Mandailing Natal boleh jauh dari ibu kota, tapi bukan berarti jauh dari peran strategis membangun negeri,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan kelulusan dirinya ke dalam 40 besar SDMI membuktikan bahwa potensi pemuda daerah selalu relevan dalam isu-isu nasional, khususnya maritim yang selama ini masih minim sorotan di wilayah barat Indonesia.

“Saya sekaligus membawa nama baik Mandailing Natal ke panggung nasional dalam konteks pembangunan maritim berkelanjutan,” tutur dia.

Saat program berlangsung nantinya, para peserta akan dibekali berbagai materi seputar diplomasi maritim, geopolitik kelautan, pengembangan kawasan pesisir, hingga advokasi kepemudaan. Mereka juga akan mengikuti pelatihan intensif serta kunjungan ke berbagai institusi kelautan strategis.

“Dengan semangat kolaboratif dan kepemimpinan, semoga saya dan peserta lainnya menjadi duta-duta muda yang mampu menjembatani kebijakan daerah pesisir dengan kepentingan nasional dalam pembangunan sektor kelautan Indonesia,” tandas Rizki.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)