maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Aisyah Rahmadani Siap Berantas Praktik KKN dalam Ajang Sekolah Duta Maritim Indonesia

$rows[judul] Foto: Aisyah Rahmadani

Jakarta – Aisyah Rahmadani, seorang pemuda inspiratif dari Provinsi Bengkulu, baru-baru ini menjadi sorotan dalam acara Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI) Batch ke-4 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO). Dalam forum tersebut, Aisyah dengan berani mengangkat isu krusial mengenai korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.

"Menurutnya saya KKN ini timbul karena kurangnya integritas dan transparansi pejabat kita," tegas Aisyah.

Dalam kesempatan ini, Aisyah mengajukan pertanyaan mendalam kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan mengenai strategi dan tips bagi pemuda untuk dapat berperan aktif dalam memerangi KKN.

Pertanyaan Aisyah mendapat respons positif dari Immanuel, yang memberikan apresiasi atas kepedulian dan keberanian Aisyah dalam mengangkat isu tersebut. Bapak Immanuel menekankan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam pemberantasan KKN, serta memberikan beberapa tips praktis.

"Kita perlu menguatkan edukasi dan kesadaran agar pemahaman tentang dampak buruk KKN melalui pendidikan dan sosialisasi meningkat," ujar Immanuel di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2025).

Immanuel juga menyampaikan hal yang juga sempat disinggung Aisyah yakni perihal integritas seseorang. Termasuk soal keterlibatan anak muda dalam sosial politik.

"Partisipasi aktif, termasuk terlibat dalam kegiatan sosial dan politik yang mendorong transparansi dan akuntabilitas," tambahnya.

Aisyah Rahmadani, yang juga merupakan seorang aktivis muda, menyatakan bahwa respons positif dari Bapak Immanuel semakin memotivasinya untuk terus menyuarakan kebenaran dan menginspirasi pemuda lainnya untuk berani melawan KKN. Ia berharap, melalui SDMI dan forum-forum lainnya, semakin banyak pemuda yang sadar akan pentingnya peran mereka dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)