maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Bakamla RI Tekankan Pentingnya Keamanan Laut kepada Finalis Sekolah Duta Maritim

$rows[judul]

Jakarta– Finalis Sekolah Duta Maritim Indonesia mendapatkan pembekalan materi terkait keamanan maritim dari Ahli Madya Direktorat Strategis Bakamla RI, Kolonel Drs. Wawan Gunawan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau memiliki potensi besar sekaligus tantangan besar dalam menjaga kedaulatan laut.

Indonesia tercatat memiliki luas laut lebih dari 6 juta kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 108 ribu kilometer. Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, namun juga menghadirkan ancaman serius. Menurut Kolonel Wawan, beberapa tantangan utama di laut Indonesia antara lain praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, aksi perompakan bersenjata, serta kejahatan lintas negara terorganisir seperti penyelundupan, migrasi ilegal, dan perdagangan narkoba.

Selain itu, ancaman lain yang dihadapi adalah sengketa perbatasan, tumpahan minyak, perusakan lingkungan laut, insiden kecelakaan di laut, hingga potensi invasi oleh kapal asing. Situasi ini menunjukkan perlunya penguatan peran Bakamla bersama TNI AL, Polri, dan kementerian terkait dalam membangun sistem keamanan laut yang terpadu.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Wawan juga menekankan pentingnya menerapkan konsep Blue Economy sebagai solusi strategis. Konsep ini menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, sehingga keamanan laut tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. 

Dengan langkah tersebut, visi Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat diwujudkan.

Melalui pembekalan ini, para finalis Sekolah Duta Maritim diharapkan tidak hanya memahami ancaman yang ada, tetapi juga mampu menjadi agen penyebar literasi maritim di tengah masyarakat. 

Kolonel Wawan menegaskan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam membangun kesadaran publik mengenai arti strategis laut bagi pertahanan, ekonomi, dan keberlanjutan bangsa. “Pemuda harus peka terhadap isu-isu maritim karena merekalah yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga laut Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Di akhir sesi, para finalis diajak untuk merenungkan bagaimana keamanan laut berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari ketersediaan pangan, jalur perdagangan, hingga kelestarian lingkungan. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, mereka diharapkan dapat membawa semangat kolaborasi dan inovasi untuk menjaga laut Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana laut bukan hanya warisan, tetapi juga masa depan bangsa.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)