maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Mahasiswa KKN UGM Komitmen Jaga Ekosistem Laut

$rows[judul] Foto: Penyerahan cendramata. (Dok istimewa)
Yogyakarta - PT. Chandra Asri Pacific Tbk dan peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, berkomitmen menjaga ekosistem laut dengan melakukan konservasi mangrove. Karena ekosistem mangrove, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka mengurangi emisi karbon dengan menyerap CO2 dari udara selama fotosintesis.

Corporate Shared Value (CSV) Department Manager PT. Chandra Asri Pacific Tbk, Wawan Mulyana, mengatakan dalam upaya menjaga ekosistem laut, hingga saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 800 ribu pohon mangrove yang tertanam di pesisir Serang Utara. Namun kata Wawan, bahwa Chandra Asri bukan hanya intervensi di wilayah Kabupaten Serang, khususnya di pesisir Serang Utara, juga wilayah pesisir Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

“Tapi luasannya sangat luas di Serang Utara, kurang lebih kami akan mengintervensi sesuai dengan MoU sekitar 180-200 hektare,” tuturnya, Minggu (10/8/2025).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Yogyakarta, Sudaryatmo, mengapresiasi kinerja Pemda Kabupaten Serang dan PT. Chandra Asri Pacific Tbk dalam masalah rehabilitasi dan pengelolaan lahan pesisir, dalam hal ini untuk konservasi mangrove.

“Kami akan terus belajar ke sana di tempat yang sudah berjalan seperti Pandeglang, kemudian itu akan diterapkan di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, dan sekitarnya, tentunya akan menambah pendapatan masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Serang, Najib Hamas mengapresiasi kepada Management PT. Chandra Asri Pacific Tbk, yang telah berpartisipasi aktif untuk menyukseskan proses kolaborasi antara Pemkab Serang, PT. Chandra Asri Pacific Tbk, dan KKN-PPM UGM Yogyakarta.

“Beberapa hal yang sudah kita sampaikan di forum, bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut sesuai komitmen kita semua untuk menjaga ekosistem lingkungan, khususnya di laut,” katanya.

Dijelaskan Najib Hamas, ekosistem mangrove merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka mengurangi emisi karbon dengan menyerap CO2 dari udara selama fotosintesis.

“Yang kedua adalah untuk bersama-sama mewujudkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya lingkungan laut kita,” ujarnya lagi.

Untuk saat ini, Najib Hamas juga menjelaskan, ekosistem mangrove terkonsentrasi di kawasan Kecamatan Tanara dan Tirtayasa. Sesuai dengan mitigasi dan diskusi dengan pihak PT. Chandra Asri Pacific Tbk dan KKN-PPM UGM Yogyakarta, masih ada MoU hingga Tahun 2026 mendatang.

“Insya Allah, kita akan perdalam kesepakatan-kesepakatan secara tematik bagaimana kesinambungan MoU ini bagian dari tekad kita semua untuk menjaga lingkungan kita di Kabupaten Serang, khususnya,” pungkasnya.

Najib Hamas memastikan, bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut sesuai dengan tekad semua pihak, di mana beberapa perusahaan juga siap melakukan kesinambungan. Mengingat, untuk wilayah masih luas dari sekitar 160 hektare, baru sekitar 5 persen yang tertanami mangrove.

“Yang tertanam (mangrove) baru 5 persen dari 160 hektare, jadi masih sangat luas. Ini bagian tanggung jawab kita bersama, pemerintah daerah, akademisi, perusahaan, masyarakat, pemerhati lingkungan, dan masyarakat umum,” tuturnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)