Foto: Nida Samrotul Puadah. (Dok istimewa)
Jakarta - Nida Samrotul Puadah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Penjas UPI Kampus Tasikmalaya, kini tengah berada di Jakarta untuk mengikuti masa karantina Finalis Duta Maritim Indonesia 2025. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Kota Tasikmalaya yang lolos ke tahap nasional dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO).
Keberhasilan Nida menjadi istimewa karena dirinya berasal dari daerah non-pesisir. Meski jauh dari laut, kepedulian dan pengetahuannya tentang isu maritim membuatnya berhasil bersaing dengan finalis lain dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Saya ingin membuktikan bahwa kepedulian terhadap maritim adalah tanggung jawab bersama. Dari manapun asal kita, laut tetap bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga,” ujar Nida saat ditemui di sela-sela kegiatan karantina.
Selama karantina yang berlangsung selama sepuluh hari di Jakarta, para finalis dibekali berbagai materi penting, mulai dari wawasan kemaritiman, kepemimpinan, public speaking, hingga diplomasi maritim. Mereka juga mengikuti pelatihan intensif untuk menyusun program kerja yang akan diimplementasikan jika terpilih sebagai Duta Maritim Indonesia.
Bagi Nida, masa karantina ini bukan hanya tentang persiapan menuju malam puncak, tetapi juga momen untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan menyerap pengetahuan baru yang bermanfaat bagi daerah asalnya.
“Saya ingin membawa pulang ilmu dan pengalaman ini untuk kemudian mengedukasi masyarakat Kota Tasikmalaya tentang potensi dan peran strategis maritim bagi Indonesia,” tambahnya.
Malam puncak penobatan Duta Maritim Indonesia 2025 dijadwalkan berlangsung di Jakarta, dihadiri oleh tokoh nasional, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sektor maritim. Kehadiran Nida sebagai wakil Kota Tasikmalaya di panggung nasional diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah non-pesisir, untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian laut.
“Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab untuk membawa pesan maritim ke seluruh penjuru negeri. Saya bangga bisa membawa nama Kota Tasikmalaya di kancah nasional,” tutup Nida penuh semangat.
Tulis Komentar