Foto: Para istri nelayan pamerkan cemilan ikan. (Dok istimewa)
Indramayu - Komunitas nelayan pesisir utara Indramayu Jawa Barat berkolaborasi dengan organisasi socio-preneur Berikan Protein Initiative meluncurkan Fish Skin Katsuobushi, camilan pertama di Indonesia terbuat dari kulit ikan barakuda dan difortifikasi dengan Hidrolisat Protein Ikan (HPI).
"Selama ini potensi laut kami seringkali berlebih atau belum termanfaatkan dengan baik, seperti kulit ikan, sehingga kerap kali dianggap limbah. Baru kali ini kami melihat dan terlibat langsung dalam memaksimalkan potensi kulit ikan tersebut menjadi produk bernilai tinggi," ujar Kepala Desa Eretan Kulon David Kasidi dalam rilis pers, Selasa.
Produk ini merupakan hasil inovasi pangan berbasis komunitas yang digarap melalui program Berikanpreneur, sebuah inisiatif pemberdayaan perempuan yang menyasar istri-istri nelayan dan kelompok perempuan desa.
Dalam program ini, sebanyak 50 perempuan pesisir di Desa Eretan Kulon terlibat dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran melalui saluran digital platform.
"Ini bukan hanya produk lokal, tapi pintu gerbang produk Eretan Kulon bisa sampai ke tingkat nasional bahkan global untuk perekonomian yang lebih baik” kata David.
Fish Skin Katsuobushi diolah dari kulit ikan barakuda, yaitu ikan predator laut dalam yang dikenal tinggi protein dan memiliki kulit tebal kaya kolagen.
Kulit ikan kemudian diracik dengan rasa khas katsuobushi, yaitu teknik pengeringan dan pengasapan Jepang, yang kemudian menghasilkan camilan dengan cita rasa umami laut yang khas dan tekstur renyah alami. Produk ini tersedia dalam dua varian rasa yaitu original kolagen dan pedas.
Menurut Program Manager Berikan Protein Khodijah A Zahir produk ini unggul dibanding lainnya karena adanya fortifikasi dari Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang dikembangkan oleh Berikan Protein, yaitu hasil bioteknologi yang dikembangkan dari ikan-ikan bernilai ekonomi rendah seperti selar dan pepetek.
Melalui proses hidrolisis enzimatik, protein dipecah menjadi peptida kecil dan asam amino yang mudah diserap tubuh, menjadikannya camilan fungsional tinggi protein dan ramah untuk semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.
Ketua Pengecer Berikanpreneur Indramayu Rosidah mengatakan keikutsertaan istri-istri nelayan dalam program ini telah membawa pengaruh positif besar dalam kehidupan komunitas.
Produk Fish Skin Katsuobushi dipasarkan melalui Berikan Lokapasar, platform ekosistem digital Berikan Protein Initiative yang mendukung pemasaran produk fortifikasi komunitas perempuan pesisir secara nasional.
Melalui platform ini, para ibu nelayan menjual produk mereka melalui lokapasar seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan situs web resmi Berikan Protein, serta didukung oleh sistem pengecer berbasis komunitas.
Tulis Komentar