maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

KKP dan Korsel Perkuat Kompetensi Ahli Maritim Muda Indonesia

$rows[judul]

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelautan melalui kolaborasi internasional. Baru-baru ini KKP menggelar Marine Survey Equipment Training (MSET) sebagai bentuk kerjasama Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) di Ancol, Jakarta Utara.

Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif global UN Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030) dan menjadi aksi resmi (Decade Action No. 13.7) bertajuk Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA), yang berfokus pada peningkatan kapasitas profesional kelautan muda Indonesia (Early Career Ocean Professionals/ECOP).

Sebanyak 40 mahasiswa magister dari sembilan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, antara lain ITB, IPB, UGM, UNDIP, UNHAS, UNPAD, UB, UNPATTI, dan UNUD, mengikuti pelatihan intensif ini. Para peserta memperoleh pengalaman langsung dalam pengoperasian peralatan oseanografi modern sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan praktik di lapangan.

Pelatihan MSET berfokus pada pengukuran fisika kelautan, mencakup penggunaan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk analisis arus laut, Conductivity, Temperature, Depth (CTD) untuk profil kolom air, serta grab sampler dan sieve shaker untuk analisis geologi dan bentik. Kegiatan ini mengombinasikan kuliah dari para ahli nasional dengan praktik lapangan berbasis data yang difasilitasi oleh KIOTEC bersama BlueArc Global.

“Program ODA KIOTEC merupakan langkah konkret dan strategis yang selaras dengan arah kebijakan nasional. KKP berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan budi daya perikanan, penguatan armada tangkap, serta pengelolaan sumber daya laut berbasis data. Semua itu membutuhkan SDM unggul dan data kelautan yang akurat, di mana KIOTEC memegang peran penting,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta di Jakarta, Rabu (22/4).

Lebih lanjut disampaikan, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, tekanan terhadap ekosistem laut, dan kebutuhan peningkatan produksi pangan, penguasaan teknologi kelautan menjadi semakin krusial. “SDM kelautan harus adaptif, berbasis sains, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan solusi nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Manajer Proyek KIOTEC sekaligus Wakil Ketua IOC-UNESCO, Dr. Park Hansan, menekankan pentingnya pembangunan kapasitas yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga pola pikir kolaboratif lintas disiplin. 

“Fokus ODA KIOTEC bukan hanya pada program atau fasilitas, tetapi pada pengembangan SDM yang mampu memahami kompleksitas laut, bekerja lintas sektor, dan menerjemahkan ilmu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sistem pangan, dan keberlanjutan sumber daya laut,” ungkapnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)