maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Ratusan Pekerja Migran Non-Prosedural Dipulangkan dari Malaysia ke Nunukan

$rows[judul] Foto: Foto: Ratusan Pekerja Migran Indonesia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. (Istimewa)

Nunukan - Pemerintah Malaysia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu memulangkan 209 Warga Negara Indonesia (WNI) non-prosedural ke Kabupaten Nunukan. Pemulangan ini menjadi bagian dari penanganan pekerja migran yang tidak memiliki dokumen resmi.

Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi M. Ichsan menyampaikan, berdasarkan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia, sebanyak 210 WNI dipulangkan. Namun, hanya 209 orang yang tiba di Kabupaten Nunukan, sementara satu orang masih ditahan karena sakit sehingga belum dapat dipulangkan.

Adapun yang dideportasi terdiri atas 154 laki-laki dewasa, 34 perempuan dewasa, 14 anak laki-laki, dan 7 anak perempuan. Para deportan tersebut berasal dari Depot Tahanan Imigresen Kota Kinabalu dan Sandakan.

"Dengan alasan kesehatan sehingga belum dapat dipulangkan jadi rata-rata dari mereka ini pelanggarannya ada yang overstay, kemudian masuk tanpa dokumen dan pelanggaran-pelanggaran lainnya setelah ini kami akan geser ke tempat rumah penampungan di rusunawa untuk dilaksanakan assesment bersama dengan instansi terkait," kata Ichsan, Senin (29/9/2025). 

Ia menjelaskan setelah diterima dan ditampung di rusunawa, petugas BP3MI melakukan pendataan serta memilah wilayah asal para deportan. Untuk yang berasal dari Kalimantan Utara diserahkan kepada keluarganya, sementara dari luar Pulau Nunukan dipulangkan ke kampung halaman, sedangkan yang sakit ditangani petugas kesehatan.

"Yang sakit tadi saya lihat kurang lebih 7-8 orang, ini sementara perawatan, memang kita pisahkan ada jalur khusus, ada yang menggunakan kursi roda, kemudian sementara dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan", ujarnya. 

Ia menyampaikan para deportan yang sudah beberapa kali dideportasi tetap dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Mereka juga dipantau dan dimonitor melalui BP3MI di setiap daerah.


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)