maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Dekan FPIK Universitas Teuku Umar Siap Sukseskan Program Kampung Nelayan Merah Putih

$rows[judul]

Jakarta – UTU | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) mendapat penugasan dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk melaksanakan uji kelayakan dan fasilitasi kesiapan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 di 21 desa yang tersebar di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya.

Penugasan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., di Hotel AONE Jakarta, Minggu (25/10/2026). Penandatanganan itu turut didampingi Zakaria, S.E., selaku penanggung jawab administrasi keuangan dan pelaporan program.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Ismail bertindak sebagai Manajer Program yang mengoordinasikan pelaksanaan penilaian teknis di lapangan. Menurutnya, kajian kesiapan kawasan tidak hanya mencakup kondisi fisik wilayah, tetapi juga karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pembangunan kawasan nelayan membutuhkan pendekatan terintegrasi, mulai dari penguatan kelembagaan warga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, hingga kepastian keberlanjutan sumber daya perikanan,” kata Prof. Ismail saat memberikan keterangan di Kampus UTU, Meulaboh.

Ia menjelaskan, ketepatan pengumpulan dan pengolahan data menjadi perhatian utama agar rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah pusat memiliki dasar penilaian yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum pelaksanaan survei pada November 2026, FPIK UTU akan memberikan pembekalan kepada seluruh personel penilai dan fasilitator. Materi pembekalan meliputi variabel indikator, skema pembobotan, serta kriteria pengambilan keputusan berdasarkan pedoman resmi KKP.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., mengatakan tim akan melakukan pengumpulan dokumen, pengamatan kondisi fisik wilayah, pencatatan titik koordinat, dokumentasi visual, serta wawancara dan dialog langsung dengan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan alumni FPIK UTU sebagai tenaga penilai dan fasilitator.

“Langkah ini membuka ruang bagi para alumni untuk menerapkan ilmu yang mereka timba di bangku kuliah langsung ke tengah permukiman nelayan. Kehadiran mereka mempermudah proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat,” ujar Dr. Rizal

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)